Cara Traveling Ramah Lingkungan Saat Liburan ke Jogja

Dewi · 29 Sept 2026 · 5 mnt

Penumpukan sampah plastik di tempat wisata sering berawal dari kantong sekali pakai yang terbawa di dalam tas. Perjalanan liburan ke Yogyakarta, misalnya, kerap menyisakan deretan botol kemasan dan bungkus makanan yang menumpuk di tempat sampah sekitar kawasan Malioboro.

Penerapan cara traveling ramah lingkungan sebetulnya tidak menuntut perubahan gaya hidup yang rumit. Perencanaan sederhana sebelum berangkat mampu memangkas jejak karbon sekaligus menjaga kebersihan destinasi yang dikunjungi.

Daftar Isi

Transportasi Darat untuk Perjalanan Jarak Menengah

Perjalanan darat menggunakan kereta api menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibanding pesawat terbang atau mobil pribadi untuk jarak sedang. Perjalanan dari Jakarta atau Surabaya menuju Stasiun Tugu di pusat kota Yogyakarta menggunakan Kereta Argo Lawu atau Sancaka memakan waktu 4 sampai 7 jam. Tiket kereta kelas ekonomi hingga eksekutif dijual dengan harga mulai dari Rp150.000 sampai Rp550.000 per orang.

Jika menaiki KRL Solo-Jogja dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Tugu, biaya per orang hanya Rp8.000 dengan waktu tempuh 1 jam 20 menit. Naik kereta memberi kesempatan menikmati pemandangan sawah tanpa perlu lelah mengemudi.

Cek tekanan ban sebelum berangkat apabila terpaksa membawa kendaraan pribadi.

Baca Juga: Pantai Terindah di Indonesia untuk Liburan Tropis Luar Biasa

Pilih Penginapan Lokal dengan Praktik Hemat Energi

Akomodasi berkonsep lingkungan mengelola penggunaan air dan listrik secara efisien. Penginapan lokal atau guesthouse di kawasan Prawirotaman dan Mantrijeron kerap menyediakan fasilitas galon isi ulang di koridor serta menggunakan pendingin ruangan hemat energi. Taruh handuk di gantungan jika masih layak pakai agar pengelola tidak mencucinya setiap hari.

Langkah kecil ini mengurangi penggunaan pemutih dan detergen kimia yang dibuang ke saluran air warga. Matikan lampu serta pendingin udara saat meninggalkan kamar untuk berjalan-jalan. Cabut pengisi daya ponsel dari stopkontak karena alat yang terpasang menyerap listrik hingga 0,25 watt per jam.

Guesthouse lokal di area Prawirotaman umumnya mematok tarif kamar sekitar Rp180.000 sampai Rp400.000 per malam, sudah termasuk fasilitas minum isi ulang bebas biaya.

Perlengkapan Esensial di Dalam Tas Perjalanan

Membawa barang serbaguna dari rumah menekan jumlah limbah yang dihasilkan selama berlibur.

Beberapa benda wajib yang sebaiknya masuk dalam daftar kemasan meliputi perlengkapan yang bisa dipakai berulang kali:

  • Botol minum wadah stainless steel kapasitas 600 ml sampai 1 liter.
  • Tas kain lipat berukuran sedang untuk menyimpan oleh-oleh khas.
  • Set alat makan bambu atau stainless steel beserta sedotan logam.
  • Wadah bekal plastik tahan panas untuk membungkus sisa makanan.

Pengisian air minum dari galon hotel sebelum keluar kamar menghemat pengeluaran membeli air kemasan yang harganya sekitar Rp4.000 sampai Rp7.000 per botol. Pembelian tiga botol air mineral sehari selama perjalanan empat hari sudah menambah 12 botol plastik baru di tempat pembuangan akhir. Membawa tempat makan sendiri juga memudahkan saat hendak membawa pulang camilan seperti bakpia basah dari toko tanpa perlu kantong plastik tambahan.

Baca Juga: Cara Mengurus Paspor dan Visa untuk Liburan ke Luar Negeri Tanpa Ribet

Kuliner Lokal Mengurangi Jejak Karbon Wisatawan

Menikmati kuliner khas setempat langsung di warung lokal memotong rantai distribusi bahan makanan yang panjang. Makanan tradisional seperti gudeg di area Wijilan atau Pasar Kranggan memanfaatkan bahan baku segar dari petani lokal sekitar Yogyakarta. Porsi sarapan gudeg lengkap bungkus daun pisang dijual kira-kira Rp15.000 sampai Rp35.000.

Makan di tempat menggunakan piring porselen atau alas daun pisang menyisakan limbah organik yang mudah terurai di tanah. Tolak penggunaan sendok sekali pakai saat penjual menawarkan kemasan plastik untuk dibawa pulang.

Menikmati kopi di kedai lokal sekitar Prawirotaman atau Alun-Alun Kidul dengan cangkir keramik memangkas sampah gelas kertas bersalut plastik. Harga secangkir kopi lokal di kedai area tersebut dipatok sekitar Rp18.000 sampai Rp35.000.

Gunakan Angkutan Umum Saat Keliling Kota

Eksplorasi tempat wisata di dalam kota terasa lebih santai dengan memanfaatkan transportasi publik yang tersedia. Bus Trans Jogja melayani rute lengkap dari bandara, Malioboro, hingga kawasan Prambanan dengan tarif Rp3.600 sekali jalan menggunakan pembayaran QRIS atau kartu elektronik. Selisih biaya ini lumayan hemat jika dibanding sewa mobil harian yang memakan biaya kira-kira Rp350.000 sampai Rp550.000 di luar bensin.

Sewa motor listrik di pusat kota dikenakan biaya mulai dari Rp70.000 sampai Rp110.000 per hari sudah termasuk helm.

Baca Juga: Ide Liburan Singkat Akhir Pekan Terbaik untuk Melepas Rasa Penat

Parkir kendaraan di lokasi resmi lalu mulailah berjalan kaki menyusuri gang sempit kawasan Kotagede yang kaya arsitektur cagar budaya. Berjalan kaki memberi kesempatan mengamati aktivitas warga secara langsung tanpa menyumbang polusi udara.

Pertanyaan Seputar Cara Traveling Ramah Lingkungan

Berapa biaya sewa motor listrik harian di Yogyakarta?

Biaya sewa motor listrik di Yogyakarta berada pada kisaran Rp70.000 sampai Rp110.000 per hari, sudah termasuk fasilitas pengisian daya dan helm.

Bagaimana cara menemukan tempat isi ulang air minum saat liburan di Jogja?

Sebagian besar guesthouse di kawasan Prawirotaman dan Mantrijeron menyediakan galon air minum gratis di area bersama. Beberapa kedai kopi lokal juga mengizinkan wisatawan mengisi ulang botol minum tanpa biaya tambahan.

Apa pilihan transportasi publik paling hemat dari Stasiun Tugu ke Candi Prambanan?

Bus Trans Jogja adalah pilihan paling hemat dengan tarif Rp3.600 sekali jalan via QRIS atau kartu elektronik. Rute bus melayani penumpang dari halte Malioboro langsung menuju kawasan Prambanan.

Apakah membeli gudeg tradisional bungkus daun pisang benar-benar memangkas sampah?

Bungkus daun pisang merupakan bahan organik alami yang cepat terurai tanah. Membeli gudeg bungkus daun pisang seharga Rp15.000 sampai Rp35.000 menghilangkan penggunaan kotak styrofoam atau kantong plastik sekali pakai.