Cara Mengamankan Data Pribadi di Internet Agar Tidak Bobol
Notifikasi login asing tiba-tiba masuk ke aplikasi GoPay atau akun WhatsApp saat tengah malam, padahal ponsel sedang tergeletak di meja. Kejadian panik seperti ini menjadi tanda bahwa ada celah keamanan yang berhasil ditembus oleh pihak lain.
Langkah tepat mengenai cara mengamankan data pribadi di internet menjadi benteng utama agar akun perbankan, saldo dompet digital, dan data identitas tetap terlindungi dari kejahatan siber. Perlindungan privasi digital tidak memerlukan perangkat canggih seharga puluhan juta rupiah, cukup dengan menyesuaikan kebiasaan harian dan memakai fitur bawaan gratis.
Daftar Isi
- Penggunaan Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda
- Aktifkan Autentikasi Dua Langkah pada Setiap Layanan
- Batasi Informasi Pribadi di Media Sosial dan Aplikasi Pesan
- Ancaman Pesan Phishing yang Mengaku Pihak Resmi
- Rutin Memeriksa Izin Aplikasi dan Menghapus Akun Lama
- Pertanyaan Seputar Cara Mengamankan Data Pribadi di Internet
- Apakah aman menyimpan kata sandi di browser Google Chrome?
- Apa yang harus dilakukan jika nomor WhatsApp kena peretas?
- Apakah fitur pengenal wajah dan sidik jari di ponsel aman dari pencurian data?
- Bagaimana cara mengetahui akun email kita pernah bocor di internet?
Penggunaan Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda
Kata sandi tunggal untuk semua akun seperti tanggal lahir atau kombinasi angka sederhana seperti 123456 sangat mudah ditebak oleh program peretas. Ketika satu akun mengalami kebocoran data, semua layanan lain yang memakai kata sandi sama akan ikut terancam.
Buat kata sandi yang terdiri dari minimal 12 karakter dengan kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol unik. Jika kesulitan mengingat puluhan kata sandi rumit, manfaatkan aplikasi pengelola kata sandi gratis seperti Bitwarden atau fitur bawaan Google Password Manager.
Beberapa kriteria kata sandi yang aman antara lain:
Baca Juga: Tips Memilih Smartwatch Sesuai Kebutuhan agar Tidak Salah Beli
- Tidak mengandung nama pribadi, tanggal lahir, atau nomor telepon.
- Menggunakan frasa acak empat kata yang digabungkan dengan angka dan simbol.
- Berbeda untuk setiap platform penting seperti email, m-banking, dan e-commerce.
Aktifkan Autentikasi Dua Langkah pada Setiap Layanan
Autentikasi dua langkah atau two-factor authentication memberikan lapisan pertahanan ekstra setelah kata sandi utama dimasukkan.
Setiap kali ada percobaan masuk dari perangkat baru, sistem akan meminta kode verifikasi tambahan yang dikirim melalui aplikasi authenticator atau SMS. Aktifkan fitur ini di layanan penting seperti akun Google, WhatsApp, Tokopedia, dan aplikasi m-banking BCA atau Mandiri.
Jangan pernah membagikan kode OTP enam digit tersebut kepada siapa pun, termasuk oknum yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan. Apabila kecurigaan muncul akibat adanya transaksi misterius atau akun terindikasi dibobol, segera hubungi pihak bank atau penyedia layanan terkait untuk pemblokiran akun sementara serta berkonsultasi mengenai langkah pemulihan.
Batasi Informasi Pribadi di Media Sosial dan Aplikasi Pesan
Informasi pribadi yang tampak sepele di media sosial sering menjadi bahan dasar kejahatan pencurian identitas.
Nama lengkap ibu kandung, tanggal lahir, nama hewan peliharaan, hingga foto KTP yang diunggah tanpa sengaja kerap dimanfaatkan untuk menembus pertanyaan keamanan akun perbankan. Ubah pengaturan privasi profil media sosial agar informasi mendetail hanya bisa dilihat oleh lingkaran teman terdekat.
Hindari mengikuti tren kuis online yang meminta jawaban berupa data pribadi seperti nama kecil atau alamat rumah. Matikan penanda lokasi otomatis pada kamera ponsel sebelum mengunggah foto kegiatan di tempat umum.
Baca Juga: Pilihan Aplikasi Edit Video Mudah di HP untuk Konten Harian
Ancaman Pesan Phishing yang Mengaku Pihak Resmi
Tautan palsu yang dikirim melalui email atau pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal menjadi jalur utama pencurian data login.
Penipu biasanya mengabarkan bahwa akun dompet digital terancam diblokir atau ada pengiriman paket dari kurir yang tertunda. Periksa alamat email pengirim dan tautan situs web secara teliti sebelum memasukkan informasi sensitif.
Situs resmi perbankan atau e-commerce selalu menggunakan domain berkeamanan HTTPS dengan alamat web yang jelas. Cek kebenaran informasi melalui aplikasi resmi atau kontak pusat bantuan sebelum menekan tombol apa pun di dalam pesan mencurigakan.
Rutin Memeriksa Izin Aplikasi dan Menghapus Akun Lama
Banyak aplikasi di ponsel meminta izin akses lokasi, kontak, hingga galeri foto yang tidak relevan dengan fungsi utamanya. Pembersihan izin berkala bisa mencegah pengumpulan data yang berlebihan tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
Buka menu pengaturan aplikasi di sistem operasi Android atau iOS setiap dua atau tiga bulan sekali. Cabut izin akses kamera, mikrofon, atau lokasi untuk aplikasi yang jarang digunakan dalam aktivitas harian.
Baca Juga: Cara Mengatasi Laptop Lambat Supaya Performa Kembali Cepat
Hapus akun dan uninstall aplikasi pada platform belanja online atau forum web lama yang sudah tidak pernah diakses lagi. Langkah ini mengurangi jumlah jejak digital yang tersimpan di server pihak ketiga. Pastikan pembaruan sistem operasi dan aplikasi di ponsel selalu terpasang begitu notifikasi resmi pembaruan muncul dari toko aplikasi terpercaya.
Pertanyaan Seputar Cara Mengamankan Data Pribadi di Internet
Apakah aman menyimpan kata sandi di browser Google Chrome?
Menyimpan kata sandi di browser aman selama perangkat ponsel atau komputer dilindungi oleh kunci layar seperti PIN, sidik jari, atau pemindai wajah. Namun, menggunakan pengelola kata sandi khusus berenkripsi seperti Bitwarden memberikan tingkat keamanan yang lebih kuat dari serangan perangkat lunak jahat.
Apa yang harus dilakukan jika nomor WhatsApp kena peretas?
Segera lakukan pasang ulang aplikasi WhatsApp di ponsel, lalu masukkan nomor telepon dan verifikasi kode OTP via SMS untuk mengambil alih akun kembali. Jika pelaku mengaktifkan PIN dua langkah, tunggu masa tenggang 7 hari atau hubungi dukungan resmi WhatsApp melalui email [email protected].
Apakah fitur pengenal wajah dan sidik jari di ponsel aman dari pencurian data?
Fitur biometrik aman karena data sidik jari atau pemindaian wajah disimpan dalam cip enkripsi khusus di dalam perangkat fisik, bukan di server publik. Data tersebut tidak dikirim ke internet, sehingga peretas tidak bisa mengambil berkas biometrik saat terjadi kebocoran data di aplikasi.
Bagaimana cara mengetahui akun email kita pernah bocor di internet?
Periksa alamat email melalui situs tepercaya seperti haveibeenpwned.com tanpa memasukkan kata sandi. Situs tersebut mencatat riwayat kebocoran data dari berbagai platform dan akan menampilkan layanan mana saja yang pernah mengalami kegagalan sistem keamanan.
