Cara Merawat Kuku Agar Sehat dan Tidak Mudah Patah
Kebiasaan mencuci piring tanpa sarung tangan atau sering memakai hand sanitizer berbasis alkohol bikin kuku kering dan rapuh. Ujung kuku jadi gampang terkelupas atau patah saat dipakai membuka kaleng minuman ringan atau mengupas buah. Kondisi ini lumrah terjadi pada orang yang banyak melakukan aktivitas rumah tangga atau kerja kantoran.
Mencari tahu cara merawat kuku agar sehat sebenarnya tidak selalu butuh perawatan mahal di salon manicure. Langkah sederhana di rumah menggunakan bahan terjangkau sudah cukup untuk menjaga kelembapan serta kekuatan kuku harian.
Daftar Isi
- Menjaga kelembapan kuku setiap hari
- Potong kuku dengan teknik yang tepat
- Kebiasaan merusak kuku yang perlu dihentikan
- Nutrisi harian untuk memperkuat kuku
- Batasi penggunaan pembersih cat kuku berbahan aseton
- Pertanyaan Seputar Cara Merawat Kuku Agar Sehat
- Berapa kali idealnya memotong kuku dalam seminggu?
- Apakah minyak zaitun benar-benar bisa memperkuat kuku?
- Berapa kisaran harga pembersih kuku yang aman tanpa aseton?
- Kenapa kuku sering muncul garis-garis putih?
Menjaga kelembapan kuku setiap hari
Kulit di sekitar kuku dan pelat kuku butuh hidrasi rutin seperti halnya kulit wajah. Paparan detergen cuci piring dan sabun cuci tangan berulang kali mengikis minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung.
Aplikasikan pelembap tangan atau hand cream seharga Rp20.000 sampai Rp80.000 setiap selesai mencuci tangan. Minyak zaitun atau minyak kelapa murni di dapur juga dapat membantu mengunci kelembapan alami kuku.
Usapkan satu tetes minyak ke area kutikula lalu pijat lembut selama 30 detik sebelum tidur malam.
Kutikula yang terhidrasi dengan baik akan tampak rapi tanpa ada bagian kulit mati yang terangkat di pinggiran kuku. Kebiasaan sederhana ini membuat kuku tidak gampang pecah akibat udara kering di ruangan berpendingin udara.
Potong kuku dengan teknik yang tepat
Memotong kuku terlalu pendek hingga mengenai batas daging bagian dalam bisa memicu infeksi dan rasa nyeri saat mengetik di keyboard komputer. Kebiasaan memotong kuku asal-asalan juga membuat bentuk kuku tumbuh tidak teratur.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Tulang Agar Tetap Kuat Sampai Tua
Waktu terbaik untuk merapikan kuku adalah sesaat setelah mandi karena tekstur kuku masih lunak dan mudah dibentuk. Gunakan pemotong kuku yang tajam dan bersihkan alat pemotong memakai alkohol sebelum dipakai.
Potong kuku dengan arah lurus, lalu rapikan sudutnya pelan-pelan memakai kikir kuku satu arah. Pengikiran bolak-balik yang terlalu kasar dapat membuat struktur kuku retak halus dan makin cepat patah.
Bila kuku menunjukkan perubahan warna menjadi kekuningan, menebal tidak wajar, atau terasa nyeri hebat di sekitar pinggiran, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Kebiasaan merusak kuku yang perlu dihentikan
Menggigit kuku saat cemas atau mencabut kulit kutikula yang terkelupas dengan paksa menjadi pemicu utama kuku rusak. Tindakan ini membuat lapisan pelindung terbuka sehingga kuman dan jamur mudah masuk ke celah kuku.
Gunakan alat pemotong kuku kecil bila ada kulit mengelupas di tepi kuku daripada menariknya dengan gigi. Kebiasaan membuka tutup botol atau mengelupas stiker dengan ujung kuku juga harus ditinggalkan karena memberi tekanan berlebih pada pelat kuku.
Pakai sarung tangan karet seharga Rp15.000 sampai Rp35.000 saat membersihkan kamar mandi atau mencuci piring dengan detergen keras. Sarung tangan ini menahan paparan bahan kimia langsung yang bikin kuku makin tipis dan rapuh.
Baca Juga: Cara Memilih Sabun Wajah yang Tepat untuk Kulit Sehat
Nutrisi harian untuk memperkuat kuku
Kesehatan kuku tercermin dari makanan yang masuk ke dalam tubuh setiap hari. Kuku yang kekurangan nutrisi sering menunjukkan tanda berupa garis-garis putih, permukaan tidak rata, atau tekstur yang lunak.
Asupan protein seperti telur, tahu, tempe, serta ikan membantu pembentukan keratin yang kuat pada kuku. Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung kaya akan zat besi yang mencegah kuku menjadi cekung.
Konsumsi kacang tanah atau kacang almond sebagai camilan harian untuk menambah asupan biotin dan seng.
Minum air putih minimal dua liter sehari membantu menjaga hidrasi kuku dari dalam.
Kombinasi nutrisi seimbang dan hidrasi cairan yang cukup mempercepat regenerasi kuku baru yang lebih sehat.
Batasi penggunaan pembersih cat kuku berbahan aseton
Cairan pembersih cat kuku dengan kandungan aseton tinggi bisa mengikis minyak alami kuku hingga terasa kering. Penggunaan berulang bikin kuku tampak kusam dan mudah patah di bagian ujung.
Pilih pembersih kuku bebas aseton yang dijual mulai dari Rp25.000 sampai Rp60.000 di toko kecantikan atau minimarket. Beri jeda minimal satu hingga dua minggu tanpa pewarna kuku agar pelat kuku bisa memulihkan kelembapannya.
Baca Juga: Ide Makeup untuk Acara Pesta yang Praktis dan Tahan Lama
Rutin membersihkan sisa cat kuku dengan pembersih berbahan lembut menjaga permukaan kuku tetap bersih dan tidak menguning.
Simpan satu kikir kuku berukuran kecil di dalam tas kerja atau laci meja kantor. Saat ada kuku yang sedikit koyak di tengah aktivitas, langsung kikir halus bagian tersebut agar tidak tersangkut di kain pakaian dan berisiko patah lebih dalam.
Pertanyaan Seputar Cara Merawat Kuku Agar Sehat
Berapa kali idealnya memotong kuku dalam seminggu?
Kuku jari tangan umumnya dipotong satu kali dalam seminggu atau dua minggu sekali, tergantung kecepatan pertumbuhannya. Kuku kaki tumbuh lebih lambat sehingga cukup dipotong dua hingga tiga minggu sekali.
Apakah minyak zaitun benar-benar bisa memperkuat kuku?
Minyak zaitun membantu melembapkan pelat kuku dan area kutikula yang kering. Penggunaan rutin sebelum tidur menjaga kelenturan kuku sehingga kuku tidak mudah rapuh atau patah saat beraktivitas.
Berapa kisaran harga pembersih kuku yang aman tanpa aseton?
Pembersih cat kuku bebas aseton umumnya dijual dengan kisaran harga Rp25.000 sampai Rp60.000 per botol, tergantung merek dan ukuran kemasannya.
Kenapa kuku sering muncul garis-garis putih?
Garis putih halus pada kuku sering disebabkan oleh benturan ringan saat beraktivitas harian. Tanda ini juga bisa menjadi penanda tubuh kekurangan zat besi atau seng.
