Cara Memilih Helm yang Aman dan Nyaman untuk Harian
Perjalanan harian memakai sepeda motor ke kantor kerap terganggu oleh helm yang terasa terlalu sempit di dahi. Rasa pusing pun muncul. Masalah ini sering terjadi akibat salah memilih ukuran pelindung kepala sejak awal. Padahal, mengetahui cara memilih helm yang aman dan nyaman adalah kunci utama agar perjalanan tetap lancar sekaligus aman.
Membeli helm bukan sekadar mencari pelindung kepala yang murah atau menghindari tilang polisi di jalan raya. Helm yang pas di kepala akan menunjang konsentrasi berkendara. Fokus kita tidak akan terpecah saat melintasi kemacetan kota.
Daftar Isi
- Standar Sertifikasi sebagai Acuan Utama Keamanan
- Ukuran dan Bentuk Kepala Menentukan Kenyamanan Berkendara
- Pilih Jenis Helm Sesuai Rute dan Kecepatan Harian
- Fitur Pendukung untuk Kenyamanan Ekstra di Jalan
- Pertanyaan Seputar Cara Memilih Helm yang Aman dan Nyaman
- Apakah helm yang pernah jatuh dari motor masih aman dipakai?
- Bagaimana cara mengatasi busa helm yang mulai longgar?
- Berapa harga helm SNI yang bagus untuk harian?
Standar Sertifikasi sebagai Acuan Utama Keamanan
Helm yang baik harus lolos uji kelayakan untuk menjamin proteksi maksimal saat terjadi benturan. Di Indonesia, logo SNI (Standar Nasional Indonesia) yang diembos pada cangkang helm menjadi bukti kelayakan pakai.
Jangan tergiur helm murah seharga Rp100.000-an tanpa logo sertifikasi yang jelas, karena bahan plastik penyusun helm murah biasanya mudah pecah. Jika memiliki anggaran lebih, helm dengan sertifikasi internasional seperti DOT atau ECE bisa menjadi pilihan yang tangguh.
Standar internasional ini menguji helm melalui berbagai skenario benturan ekstrem. Namun, pastikan logo SNI tetap ada karena aturan lalu lintas lokal mewajibkannya.
Baca Juga: Tips Merawat Kaca Mobil agar Bersih dan Bebas Jamur
Ukuran dan Bentuk Kepala Menentukan Kenyamanan Berkendara
Kenyamanan helm bergantung erat pada kesesuaian dimensi batok bagian dalam dengan kepala pengguna. Ambil tali meteran baju sebelum membeli helm online. Lingkarkan tali di atas alis untuk mengetahui lingkar kepala dalam satuan sentimeter.
Helm yang terlalu longgar akan bergeser saat terkena embusan angin kencang di jalan.
Sebaliknya, ukuran yang terlalu sempit bakal menekan pelipis dan memicu sakit kepala. Coba pakai pelindung kepala itu selama beberapa menit saat membelinya di toko offline. Langkah ini membantu merasakan titik tekan di area dahi dan pipi. Bentuk kepala orang Indonesia umumnya cenderung bulat atau agak lonjong, sehingga busa bagian dalam harus bisa menyesuaikan kontur kepala tanpa menjepit berlebihan.
Pilih Jenis Helm Sesuai Rute dan Kecepatan Harian
Kebutuhan komuter yang menempuh jarak pendek tentu berbeda dengan pengendara yang bepergian jauh. Pemilihan jenis helm harus disesuaikan dengan rata-rata kecepatan berkendara sehari-hari.
Helm half face cocok untuk rute dekat seperti pergi ke minimarket. Jenis ini memberikan sirkulasi udara baik dan pandangan luas di jalan sempit. Namun, tingkat perlindungan area dagu pada tipe ini amat minim jika terjadi kecelakaan.
Baca Juga: Rahasia Perawatan Motor Matic Agar Performa Selalu Awet Dan Halus
Bagi yang sering melewati jalur cepat dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, helm full face adalah pilihan mutlak. Tipe full face melindungi seluruh bagian wajah termasuk dagu dan rahang. Jika pernah mengalami benturan keras pada kepala saat kecelakaan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada cedera dalam, meskipun helm luar tampak tidak mengalami kerusakan berarti.
Bagi yang menginginkan kepraktisan half face namun butuh keamanan full face, helm modular bisa menjadi jalan tengah yang menarik. Bagian dagu helm jenis ini bisa diangkat ke atas saat berhenti di lampu merah. Pengendara bisa minum dengan mudah tanpa harus melepas seluruh pelindung kepala. Bobot helm modular biasanya sedikit lebih berat daripada tipe full face biasa karena adanya mekanisme engsel tambahan.
Fitur Pendukung untuk Kenyamanan Ekstra di Jalan
Beberapa elemen tambahan kerap membuat pengalaman berkendara menjadi jauh lebih menyenangkan. Pilih kaca helm atau visor yang dilengkapi fitur antikabut dan pelindung sinar ultraviolet, agar pandangan tetap jernih saat hujan deras atau siang hari yang terik.
Sistem ventilasi yang mengalirkan udara dingin ke dalam helm juga patut diperhatikan agar kulit kepala tidak gatal.
Pastikan lubang angin di bagian dahi dan belakang helm bisa dibuka-tutup dengan mudah. Cari helm dengan busa bagian dalam yang bisa dilepas pasang. Fitur ini memudahkan proses mencuci setelah dipakai berminggu-minggu menembus debu jalanan.
Baca Juga: Cara Memilih Oli Mesin Tepat Agar Performa Kendaraan Tetap Jos
Tali pengikat helm juga menentukan tingkat keselamatan selama berkendara. Sistem pengunci microlock praktis sekali untuk penggunaan harian karena mudah dilepas pasang.
Sementara itu, sistem double d-ring memberikan kekuatan penguncian paling aman. Pengendara hanya perlu berlatih beberapa kali agar terbiasa memasang tali tipe ini dengan cepat sebelum berangkat kerja. Ganti helm setiap lima tahun sekali atau setelah mengalami benturan keras satu kali, karena kemampuan meredam gaya benturnya sudah menurun drastis.
Pertanyaan Seputar Cara Memilih Helm yang Aman dan Nyaman
Apakah helm yang pernah jatuh dari motor masih aman dipakai?
Bergantung pada ketinggian dan isinya saat jatuh. Jika helm jatuh dalam kondisi kosong dari ketinggian jok motor ke aspal, kerusakan biasanya hanya kosmetik pada cat atau visor. Namun, jika helm jatuh saat kepala masih di dalam atau jatuh dari lantai dua, struktur peredam di dalam styrofoam bisa retak dan tidak layak pakai lagi.
Bagaimana cara mengatasi busa helm yang mulai longgar?
Busa helm yang longgar bisa diatasi dengan mengganti busa pipi (cheek pads) dengan yang baru di toko aksesori motor terdekat. Hindari mengganjal bagian dalam helm dengan kain atau tisu, karena langkah ini bisa mengubah posisi helm saat terjadi benturan dan mengurangi efektivitas perlindungannya.
Berapa harga helm SNI yang bagus untuk harian?
Helm berstandar SNI yang aman untuk harian memiliki kisaran harga mulai dari Rp250.000 sampai Rp600.000 untuk tipe half face standar pabrikan lokal yang terpercaya. Sementara itu, untuk tipe full face yang menawarkan proteksi lebih menyeluruh, siapkan anggaran sekitar Rp400.000 hingga Rp1.200.000.
