Loading...

Bahaya Menggunakan Deodorant Jangka Panjang

Bahaya Menggunakan Deodorant Jangka Panjang

MakEmak.comBahaya Menggunakan Deodorant Jangka Panjang. Tubuh manusia memiliki 6 juta kelenjar keringat dan adalah sesuatu yang normal apabila keringat yang keluar menghasilkan bau. Namun demi kenyamanan banyak orang menggunakan deodorant untuk mencegah munculnya keringat dan bau badan.

Sebuah penelitian di Kanada mengungkapkan bahwa ternyata mencegah keluarnya keringat bisa menyebabkan anhidrosis yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal. Demikian dilansir laman AntaraNews.

“Setiap orang memiliki tingkat logam beracun yang terakumulasi dalam tubuh mereka. Ada arsenik, kadmium, timah, dan merkuri yang kita dapatkan dari lingkungan yang tercemar juga dalam makanan. Disini, kami hanya ingin tenaga medis mempertimbangkan kembali bahwa olahraga diperlukan untuk mengeluarkan keringat, tapi bila keringat ditahan, maka ada risiko zat beracun yang berisiko memengaruhi kerusakan saraf dan gangguan memori,” Demikian seorang peneliti mengungkapkan kepada Dailymail.

Peneliti juga menjelaskan bahwasanya kulit kita kaya dengan jutaan kelenjar keringat atau ekrin yang membantu suhu tubuh Anda dingin. Kelenjar ini berfungsi juga sebagai penyembuhan. “Ingat ketika Anda demam atau flu, disarankan untuk mengeluarkan keringat sebanyak-banyaknya agar racun tubuh keluar.”

Tak hanya menstabilkan suhu ekrin dapat berubah dengan cepat menjadi kulit segar dalam hitungan jam. “Ini mungkin mengejutkan, tapi kelenjar ini juga berperan penting dalam perbaikan luka,” kata peneliti utama yang juga ahli dermatologi, Laure Rittie.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of dermatologis ini juga menunjukkan bahwa deodorant justru akan meningkatkan bakteri berbau busuk, yang menyebabkan ketiak semakin bau tak sedap.

“Keringat yang disebabkan oleh stres, ketakutan, kecemasan dan gairah seksual diproduksi dalam kelenjar apocrine, yang ditemukan di bawah lengan, pangkal paha, bibir atas dan kulit kepala. Olahraga juga merangsang kelenjar apokrin. Sekresi apokrin ini bau karena mengandung protein penghasil bau. Bau terjadi karena bakteri yang hidup pada kulit memecah protein sehingga menjadi molekul yang lebih kecil berbau busuk.

Baca juga: